Setting : Perorangan
Waktu : 5 - 10 menit
Tempat : Dalam / luar ruangan training
Alat bantu : Kertas kecil (post-it), flip chart, spidol
peserta : 5 - 20 orang
Penjelasan :
Peserta training, seminar, pelatihan khusus, workshop atau forum ilmiah yang intens dapat memperkenalkan diri dengan cara yang unik dan atraktif. mereka bisa memperkenalkan dirinya dengan menyebutkan nama, asal, tempat tinggal, tempat bekerja / instansi / perusahaan, lamanya bekerja, hobi, dll dengan kreatifitasnya masing-masing. Sesi ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena untuk sebagian peserta merupakan ajang "unjuk gigi" kebolehannya berbicara di depan umum, tetapi untuk sebagian peserta lainnya, ini adalah ajang yang "menakutkan".
Tujuan :
menciptakan suasana penuh keakraban, saling mengenal antar peserta, serta membuat kondisi menjadi segar dan cair dalam waktu yang relatif singkat .
Prosedur :
1. Trainer / instruktur / fasilitator menginstruksikan kepada seluruh peserta untuk memikirkan cara memperkenalkan diri dengan unik dan atraktif, yaitu dengan merangkai kalimat yang bunyi suku kata terakhirnya sama, seperti pantun, dengan menyebutkan minimal 3 identitas dirinya.
2. supaya perkenalan berjalan lancar, peserta diberikan waktu berpikir sekitar 5 menit untuk menuliskan data dirinya pada secarik kertas kecil dengan rangkaian kalimat seperti pantun.
3. Setelah persiapan selesai, maka peserta diminta maju ke depan kelas, masing-masing mendapatkan jatah perkenalan antara 3-5 menit saja, mnyebutkan identitas diri dengan cara yang unik kreatif dan spesial.
Catatan :
1. Jenis perkenalan seperti ini hanya akan efektif jika jumlah peserta tidak lebih dari 20 orang, sebab jika lebih dari itu, maka perkenalan menjadi tidak efektif, dan membosankan.
2. Bantuan trainer kadang-kadang diperlukan untuk membantu peserta jika kesulitan dalam merangkai kalimat.
3. Mungkin pada pelaksanaannya ada peserta yang "maksain" menyamakan suku kata terakhir dalam kalimatnya, sehingga bisa saja malah informasi data dirinya jadi kurang sempurna, tak apa....namanya juga ice breaker, ya lucu-lucuan saja.
4. atau mungkin juga banyak peserta yang menyela (men-cela) peserta lain, ketika ada yang menyebutkan persamaan kata yang aneh atau lucu. Spontanitas dan handling dari trainer sangat diperlukan dalam kasusu ini, sebab trainer harus segera mengembalikan track peserta agar tidak melenceng dari maksud kegiatan ini.
5. Suara tertawa dan tanggapan yang muncul secara sepontan dan dinamis, menandakan permainan ini berhasil. Mereka tidak lagi dalam ketegangan, sehingga sudah bisa dimulai untuk mengarahkan mereka ke materi yang sesungguhnya.
Variasi :
Variasi bisa dilakukan dengan cara penyebutan data dirinya menggunakan istilah-istilah yang umum di militer misalnya, atau di sinetron, atau sesuai dengan lapangan kerja audience.
Contoh :
Nama saya Bambang, lahir di Rembang, tetapi besar di Palembang. Area kekuasaan kerja sekarang di sekitar Tanahabang. Cita-citaku di perusahaan ini ikut berkembang, aku tidak mau hanya menjadi masa mengambang.....dsb
info bermanfaat terima kasih
BalasHapus