Ice Breaker adalah sebuah cara untuk membuat peserta pelatihan, seminar, pertemuan atau meeting menjadi terkonsentrasi, perhatiannya tidak terpecah karena hal-hal di luar acara, atau untuk memcahkan kekakuan suasana ketika acara tersebut mengharapakn perhatian dan konsentrasi penuh dari pesertanya.
Harapannya adalah dengan adanya ice breaker, peserta dapat memusatkan perhatiannya kepda pembicara dan kepada apa yang akan dibicarakan, dengan demikian peserta akan lebih mudah memhami program secara keseluruhan.
Ada juga yang mengatakan bahwa, ice breaker adalah upaya pengalihan situasi dari yang membosankan, membuat mengantuk, menjenuhkan dan tegang, menjadi relaks, bersemangat dan tidak membuat mengantuk, serta ada perhatian dan rasa senang mendengarkan atau melihat orang yang berbicara di depan kelas atau ruang pertemuan.
Memang disadari atau tidak, banyak orang menjadi lelah, malas, jenuh, dan tidak tertarik atau tegang saat mengikuti suatu ceramah, pelatihan, diskusi atau forum yang membahasa suatu topik yang serius, terutama jika :
1. Peserta tidak saling mengenal
2. Peserta sudah lelah.
3. Peserta mengantuk
4. Nada pembicara monoton, tidak ada variasi
5. Suara pembicara terlampau lmbut
6. Peserta dalam kondisi lapar
7. Waktu pertemuan setelah makan siang / makan malam.
8. peserta sudah saling kenal, sehingga mereka cenderung bicara sendiri-sendiri.
9. Sifat pertemuan sangat formal sehingga menegangkan.
Hal-hal semacam ini dengan cepat akan menyebabkan kondisi sbb :
1. Materi tidak dapat dipahami
2. Antipati terhadap pembicara
3. Penolakan terhadap setiap ide
4. "pemberontakan / perlawanan" terhadap acara tersebut.
5. Seluruh program menjadi sia-sia.
Oleh karenanya, diperlukan suatu cara agar hal-hal yang mungkin terjadi seperti daftar diatas tidak timbul. Dan salah satu caranya adalah dengan membuat ice breaker yang kreatif.
Memang Ice Breaker hanya salah satu cara untuk mengatasi hal-hal tidak menyenangkan di kelas, tetapi kemampuan trainerlah yang paling utama untuk memecahkan kebekuan dan kejenuhan peserta.
Jadi.....ice breaker tetap diperlukan, kemampuan trainer-pun SANGAT DIPERLUKAN.
Catatan : selanjutnya akan dishare beberapa permainan untuk ice breaker pelatihan manajemen.
Bravo !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar